Galau Saat Menerima Hadiah dari Non-Muslim?

Jika seseorang non Islam memberimu hadiah dengan tulus, apa yang akan kamu lakukan? Sebagai bentuk hubungan sosial, tentu tidak ada salahnya jika kamu terima. Tidak yakin juga? Baca deh, kisah nabi berikut ini.

Setelah ditetapkannya perjanjian damai di Hudaibiyyah antara kaum Quraisy dan umat Islam di tahun keenam Hijriah, kondisi umat Islam semakin aman dari gangguan orang Quraisy.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW memanfaatkan waktu itu untuk memperluas Islam dengan jalur korespondensi, yakni dengan menyurati para raja seluruh dunia dengan mengutus para sahabat untuk langsung memberikan surat ajakan Islam tersebut.

Kisah Muqauqis raja mesir

Salah satu sahabat yang diutus Rasulullah SAW adalah Hathib bin Abi Balta’ah. Ia ditugasi membawa surat kepada Muqauqis, raja Mesir, yang diangkat oleh Kaisar Romawi. Surat ini berbunyi:

Surat itu disampaikan oleh Hathib kepada Muqauqis di Iskandariah. Setelah Muqauqis membacanya, ia berkata, “Apakah gerangan yang mencegahnya untuk berdoa supaya orang-orang yang menentangnya dan yang telah mengusirnya dari tanah tumpah darahnya dihancurkan dan dibinasakan?”

Hathib menjawab “Tidakkah engkau percaya bahwa Nabi Isa bin Maryam adalah utusan Allah, ketika kaumnya menangkap dirinya dan bermaksud hendak membunuhnya? Mengapa dia tidak berdoa saja kepada Allah supaya membinasakan mereka? Mengapa ia menunggu sampai Allah mengangkat dirinya ke sisi Nya?”

Baca juga: Mukhairiq: Pembela Islam dari Kalangan Yahudi

Muqauqis rupanya puas dengan jawaban Hathib dan menjawab akan mempertimbangkan dulu ajakan Nabi. Ia kemudian menulis surat balasan, yang juga menyertakan keterangan sebagai berikut:

Aku telah memuliakan utusan engkau serta aku kirimkan bersamanya dua orang jariyah yang keduanya mempunyai keududukan terhormat di kalangan kami, dan kami kirimkan pula pakaian pakaian, serta aku hadiahkan khusus untuk engkau seeokor bughlah (keledai) sebagai kendaraan engkau. Wassalam.

Menurut riwayat lain Nabi SAW diberikan keledai berwarna kelabu bernama duldul dan himar kelabu dan baju koptik mesir dan madu. Namun sangat disayangkan, Muqauqis tidak mau masuk Islam.

Kisah pemberian hadiah dari Raja Muqauqis kepada Nabi SAW dan ia menerima hadiahnya adalah cerita yang sangat masyhur di kalangan ahli sejarah. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Nabi SAW sangat terbuka dengan siapapun, dengan non muslim sekalipun. Meski Raja Muqauqis tidak sampai masuk Islam, namun Nabi SAW tetap mau menerima hadiah darinya.

kisah raja musyrik

Selain Muqauqis, Nabi SAW juga pernah diberi hadiah oleh raja Ailah (raja musyrik) berupa keledai berwarna putih dan burdah (selimut). Nabi SAW kemudian mengirim surat ucapan terimakasih kepadanya. Kisah ini disampaikan oleh Abu Humaid di dalam Shahih al Bukhari.

Bahkan imam al Bukhari sendiri memberikan judul Bab Qabulil Hadiyyah Minal Musyrikin. Selain diberikan pakaian dan keledai, Nabi SAW juga pernah diberikan hadiah dari seorang wanita Yahudi berupa makanan, yakni daging kambing.

Nabi SAW menerimanya lalu memakannya, meski setelah itu diketahui bahwa makanan itu beracun dan Nabi SAW seketika melepehnya, dan perempuan itu pun disidang atas percobaan pembunuhan Nabi SAW.

Gimana, masih galau untuk menerima hadiah?

Penulis: Annisa Nurul Hasanah

Artikel ini bisa dibaca di islami.co dan sudah disunting atas izin redaksi.

Artikel lain:

Gak Perlu Ragu Jual-Beli dengan Siapa Pun, Asal…

Milenial Pemaaf itu Keren! Contoh Saja Kisah Nabi Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *