Air yang Tenang, Tidak Bergelombang Membangun Peradaban

Oleh: Shafira Aisyah Azizah
Finalis Esai Kompetisi Milenial Islami 2018

Air?… Kita pasti semua tau air. Air adalah sumber kehidupan manusia. Air mempunyai banyak manfaat bagi kita semua. Air juga memiliki banyak jenis, seperti air gunung, air sumur, air laut, air sungai, dll. Tapi, apakah semua jenis air itu dipisahkan? Apakah air itu memiliki perbedaan manfaat? Apakah air itu juga semua merugikan makhluk lain?

Jawabannya adalah tidak, namun ada salah satu air yang dapat merugikan, contohnya saja di laut. Jika air yang ada di laut itu tenang, maka nelayan, dan semua yang sedang bertransportasi di laut tidak mengalami bencana. Sebaliknya jika air tersebut mengalami gelombang yang sangat besar, nelayan dan yang ada di laut tersebut akan susah untuk mencari penghasilan, bahkan bisa menjadi bencana alam.

Dari hal tersebut, sama halnya dengan manusia. Manusia memiliki banyak perbedaan #meyakinimenghargai. Seperti halnya di Indonesia. Di Indonesia memiliki banyak perbedaan, seperti perbedaan suku, agama, ras, dan sebagainya. Namun, apakah kita sebagai manusia tidak bermanfaat bagi orang lain? Apakah sebuah perbedaan ini menghancurkan negeri Indonesia kita sendiri, menghancurkan sebuah agama sendiri, memutuskan sebuah pertemanan, bahkan menghancurkan nama baik sendiri.

Inilah perbedaan, bukanlah menghancurkan, tetapi membangun. Sebuah perbedaan menjadikan sebuah hidup menjadi bermakna, membangun kehidupan yang lebih baik, memperbaiki kesalahan bersama, membangun negeri menjadi sebuah peradaban. Namun, apakah di zaman sekarang kita sudah menjadi lebih baik?

Tidak, tidak, tidakā€¦ seiring berjalannya waktu kita sering menemukan sebuah pertikaian, tidak menghormati sesama, menjelek-jelekkan suku, ras, bahkan agama. Hal ini seperti air yang bergelombang, yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara. Hal ini bisa memicu terjadinya perpecahan, bisa memutuskan sebuah pertemanan, bahkan bisa menjadikan Indonesia tidak bersatu, dan bahkan tidak ada yang mengunjungi Indonesia. Sebaliknya jika kita menjadi air yang tenang, maka hidup kita akan semakin tentram aman dan damai, bahkan bisa mewujudkan Indonesia maju, dan menjadi emas. Sehingga, bangsa yang ada di luar sana sangat tertarik untuk berada di Indonesia.

Namun, inilah kita, manusia yang berguna, bermanfaat bagi orang lain, bahkan bisa membangun Indonesia menjadi peradaban dunia, dan negara maju. Kita adalah manusia yang berkualitas, bukanlah hanya manusia yang dapat diinjak injak. Kita disini tidak boleh kalah dengan banga lain, yang tidak seperti Indonesia, yang memiliki berbagai ragam perbedaan. Kita juga harus bisa maju, saling menghargai sesama, bersatu untuk Indonesia, jadilah sebuah air yang tenang, yang sangat bermanfaat bagi orang lain.

Di dalam pelajaran agama kita, baik Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan kepercayaan lainnya, pasti sudah mempelajari apa itu toleransi. Yah, semua agama pasti mempelajari toleransi. Toleransi itu sendiri memiliki pengertian bahwa menghargai atau menghormati sebuah perbedaan antar kelompok maupun individu. Dengan adanya toleransi inilah kita bisa saling menghargai antar sesama, menghargai semua perbedaan dan tidak terjadi pecah belah antar sesama.

Didalam ajaran islam itu sendiri, terdapat dalam Q.S.Yunus/10:41. Disini menjelaskan bahwa bagiku perkejaanku, dan bagi kalian perkejaanmu, kalian berlepas dari apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap yang kalian kerjakan. Maksud dari sini adalah kita tidak mengikuti ajaran atau ibadah yang selain agama kita sendiri. Namun, kita menghormati apa yang mereka kerjakan, seperti tidak menganggunya dalam melaksanakan ibadah, dan sebagainya. Selain agama islam itu sendiri, pasti agama yang lain juga mengajarkan yang sama dengan hal ini.

Dengan melakukan hal itu kita tidak akan terjadi permusuhan antar sesama dan menjadi persahabatan. Permusuhan berasal dari rasa benci yang bisa jadi kita membenci seseorang karena kita sudah melakukan kesalahan yang sangat besar baginya. Bisa saja kita tidak menghormatinya, kemudian dia tidak merasa senang dengan kita dan akhirnya dia membenci kita.

Di dalam ajaran islam mengenai permusuhan juga bisa dilihat atau ditemui dalam surah Q.S. Al-Maidah/5:32. Kandungan yang terdapat dalam ayat tersebut adalah jika kita sudah menyakiti atau membunuh perasaan orang lain, maka sudah seperti merusak kehidupannya dan kehidupan di dunia, begitu sebaliknya jika kita menjaga perasaan orang lain, maka kita sudah menjaga kehidupannya dan kehidupan di dunia. Maksudnya disini adalah, menyakiti atau membunuh orang lain, jauh lebih besar akibatnya, dan berdampak sangat besar. Dengan adanya ini bisa menjadikan terjadinya perpecahan, perselisihan bahkan tidak bersatu.

Sebagai manusia yang berkualitas, harusnya kita sudah bisa menjadi yang lebih baik, meyakini adanya sebuah perbedaan akan membuat hidup menjadi lebih baik. Belajarlah seperti air yang tenang, selalu damai, tentram, dan dapat bermanfaat bagi orang lain, yang bisa membangun Indonesia. Buatlah Indonesia menjadi peradaban, emas di mata negara lain,negara yang toleransi, menjadi motivasi bagi negara lain karena adanya sebuah perbedaan. Janganlah jadikan seperti air yang bergelombang, yang hanya dapat merugikan orang lain, menjadikan terjadinya perpecahan, permusuhan, dan Indonesia tidak bersatu.

Inilah kita, memulai kehidupan, membangun peradaban dengan adanya perbedaan. Tidak semua perbedaan ini merugikan kita semua. Jadilah air yang tenang, dan tidak bergelombang yang merugikan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *